Salah satu bahan utama yang digunakan dalam pembuatan sushi adalah daging ikan dan jenis ikan yang dipakai yakni ikan tuna atau ikan salmon yang kaya akan kandungan omega-3. Ikan yang masih mentah dan segar, masih memiliki kandungan omega-3 yang sangat tinggi, sehingga dapat bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol jahat, menyehatkan otak, dan mencegah hipertensi.
Mencegah Hipertensi Manfaat mengkonsumsi sushi selanjutnya adalah mencegah hipertensi. Penggunaan cuka beras pada nasi dalam pembuatan sushi, bertujuan untuk memberi sedikit rasa asam pada nasi. Sehingga rasa dari daging ikannya dapat lebih terasa nikmat dan lezat. Manfaat dari cuka beras itu sendiri bagi kesehatan adalah sebagai antibakteri tinggi yang memiliki manfaat untuk mencegah terjadinya hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Meningkatkan Sistem Kekebalan Mengkonsumsi sushi juga ternyata baik untuk sistem kekebalan tubuh. Tidak hanya sushi itu sendiri, makanan pendamping sushi yang disebut gari memiliki manfaat dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sehingga terhindar dari berbagai serangan penyakit sistem imun, seperti flu dan batuk. Gari merupakan acar yang berbahan dasar jahe.
Melancarkan Pencernaan Melancarkan pencernaan juga merupakan salah satu manfaat yang akan kamu dapatkan dari mengkonsumsi sushi. Kecap asin atau soyu memiliki manfaat untuk melancarkan pencernaan dan menjaga kesehatan lambung dari bakteri jahat. Sebab, soyu memiliki kandungan zat besi dan protein yang cukup tinggi. Jadi, lengkapi mengkonsumsi sushi dengan tidak lupa soyu sebagai pelengkap.
Meningkatkan Metabolisme Selain melancarkan pencernaan, sushi juga bermanfaat untuk meningkatkan metabolisme. Sushi dapat meningkatkan metabolisme tubuh karena adanya nori sebagai pembungkusnya. Nori merupakan sejenis rumput laut yang berbentuk seperti kertas tipis. Selain itu, nori juga memiliki kandungan mineral, vitamin dan iodine yang bagi kesehatan tubuh.
Mengandung Zat Antibakteri Sudah tahu kalau sushi ternyata mengandung zat antibakteri? Wasabi merupakan bahan pembuatan sushi yang memiliki rasa pedas dan menambah cita rasa. Selain itu, wasabi juga bermanfaat membunuh kuman bakteri dalam tubuh dan tinggi kandungan vitamin C.
Mencegah Kanker Minuman pelengkap sushi yang patut untuk tidak dipisahkan adalah ocha. Ocha merupakan minuman teh hijau khas Jepang yang tinggi kandungan antioksidan. Manfaat antioksidan itu sendiri adalah menangkal radikal bebas akibat polusi yang dapat memicu tumbuhnya sel kanker atau tumor dalam tubuh. Selain itu, ocha juga melancarkan pencernaan dan membunuh bakteri yang mengakibatkan keracunan makanan.
Cara Mengkonsumsi Sushi Yang Benar
Nah, ada hal lain lagi nih yang harus kamu tahu, yaitu tata cara mengkonsumsi sushi yang baik dan benar. Walaupun terkesan ribet, tetapi ada penjelasan mengenai tata cara mengkonsumsi sushi lho. Berikut penjelasannya :
Pastikan Sushi Yang Kamu Pesan Lengkap Dengan Cuka Yang harus kamu tahu, sushi itu berasal dari kata ‘shu‘, yang artinya ‘cuka’, dan ‘meshi‘, yang berarti nasi. Jadi, pada dasarnya sushi itu adalah nasi yang dibumbui dengan cuka. Nah, kalau sushi yang kamu temui tidak disertai dengan cuka, kamu berhak untuk protes pada orang yang membuatnya. Makanan yang disajikan ke kamu itu belum memenuhi hakikat yang pas untuk disebut sushi.
Upayakan Agar Nasi Sushi Tetap Dalam Keadaan Kering Untuk yang satu ini merupakan salah satu peraturan yang masih sering dilanggar oleh para penikmat sushi. Ketika kamu memakan makanan ini, jangan pernah mencelupkan, apalagi merendam nasinya ke dalam cocolan kecap asin di atas meja. Jagalah agar nasimu tetap kering dan tak berwarna kecokelatan. Jika kamu menyantap nigirizushi, celupkanlah sushi secara terbalik sehingga bagian yang akan menyentuh kecap adalah protein, bukan nasinya. Sedangkan kalau kamu memakan makizushi, kamu bisa sih mencelupkan bagian bawah makananmu. Tapi jangan berlebihan! Jangan sampai rumput laut dan nasinya menjadi lembek atau terlalu asin sehingga cita rasa bahan lainnya hilang.
Gunakan Sumpit Agar Terlihat Lebih Sopan Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa penggunaan tangan untuk makan sushi itu terlihat tidak sopan, dan hanya para ahli yang benar-benar mengerti saja yang dapat memegang sushi dengan benar. Tapi jangan salah, penggunaan sumpit untuk makan sushi pun juga tidak boleh sembarangan. Pertama, kamu hanya boleh menggerakkan sumpitmu mendekati makanan ketika sudah benar-benar yakin sushi mana yang akan kamu ambil. Jika ujung sumpitmu telah menyentuh salah satu sushi, maka sejatinya kamu harus memakan sushi yang sudah disentuh itu. Jangan dikembalikan lagi ke piring. Kamu juga tidak boleh membersihkan sumpit yang kamu gunakan selama kamu masih dalam keadaan makan. Jika kamu mau istirahat sebentar dari mengunyah, letakkanlah sumpitmu di atas hashioki, yang terlihat seperti semacam balok kayu atau keramik khusus untuk menempatkan sumpit. Jika kamu berbagi sushi dengan orang lain, jangan pernah sekali-sekali kamu menggunakan sumpit untuk memberikan sushi pada temanmu. Perbuatan tersebut sangat dilarang keras, karena mirip dengan tindakan memindahkan abu kremasi dalam pemakaman tradisional Jepang. Sebaiknya, berikan saja sushi bersama piringnya sekaligus kepada temanmu. Dan jika sudah selesai makan, jangan pernah mencoba untuk menggeletakkan sumpitmu di meja atau piring. ‘Istirahatkan’ sumpitmu dengan rapi di atas cawan saus kecap.
Jangan Campur Wasabi Dengan Kecap Asin Ketika kamu sedang makan sushi, jangan campurkan parutan wasabi dengan celupan saus kecap. Jika kamu ingin memakan wasabi, taruhlah parutan wasabi itu langsung di atas sushi. Hati-hati, lho walaupun warnanya hijau, wasabi ini memiliki rasa yang pedas sekali.
Jangan Meminta Tambahan Wasabi Ataupun Saus Kecap Pada Chef Meminta tambahan wasabi atau saus kecap di restoran sushi di Jepang merupakan salah satu tindakan yang dianggap kasar, terutama di mata chef atau master sushi. Mereka akan beranggapan bahwa racikan mereka, termasuk jumlah wasabi dan saus yang dipersiapkan untuk setiap pelanggan, adalah ukuran yang paling sempurna agar cita rasa sushi itu terjaga. Nah, jadi jika kamu meminta tambahan, hal itu sama saja seperti kamu mengatakan bahwa sushi mereka tidak enak.
Makan Sushi Dengan Hanya Sekali Lahap Sushi sejatinya merupakan makanan yang sudah dirancang khusus untuk dinikmati dalam satu gigitan atau sekali lahap. Jika kamu meninggalkan setengah gigitan, sushi akan mudah pecah dan sulit untuk dimakan kembali. Jadi, usahakanlah untuk selalu menghabiskan sushi dalam gigitan pertamamu.
Cara Membuat Sushi
Setelah mengetahui segala hal tentang sushi yang sudah dijelaskan di atas, apa kamu penasaran bagaimana cara membuat sushi? Jika iya, berikut ini adalah cara untuk membuat sushi yang bisa kamu coba sendiri dirumah :
Bahan-bahan yang dibutuhkan :
100 gram Beras pulen
50 gram Beras Ketan
4 lembar Nori
secukupnya Cuka
2 sendok makan Gula Pasir
1 sendok teh Garam
3 sendok makan Air
4 buah Sosis Sapi
8 buah Kentang
4 buah Nugget
3 butir Telur Ayam
1 buah Wortel
Cara membuatnya :
Siapkan bahan isi, rebus wortel sampe matang , dadar telur jadi 3-4 buah.goreng nugget ,kentang dan sosis, disini saya gunakan nugget oval,krn cuma itu yang ada didapur ada baik nya nugget bentuk stik.
Aron nasi sebentar setelah itu kukus sampe matang, tambahkan campuran gula ,cuka dan garam yang telah dilarutkan dengan 3 sdm air tambahkan kedalam nasi yang dikukus tadi, cicipi agar rasa asam manis dan asin terasa.setelah matang angkat sisihkan.
Ambil 1 lembar nori atur nasi panas diatasnya kurang lebih setebal 1/2 cm usahakan jangan menutup nori keseluruhan sisa kan nori di sisi atas bawah tidak isi nasi agar saat menggulung nori dapat terekat dengan baik.
Atur dadar telur diatas nasi Kemudian susun isi dipinggir nasi yang telah ditata di nori mulailah menggulung sushi dengan perlahan sambil dipadatkan. oya alasi dengan plastik dibawah nori agar lebih gampang digulung, tidak harus dengan bambu yg biasa digunakan untuk mengulung sushi.
Selanjutnya sushi siap dihidangkan dan dinikmati bersama orang terdekat ataupun bersama keluarga.