CH3COOH2CH3 + H2O
Metil alkohol asam etanoat etil etanoat
d. Reaksi substitusi radikal
Alkohol daat bereaksi dengan halogen (X2) melalui reaksi susbstitusi radikal dengan bantuan cahaya. Adanya cahaya memungkinkan X2 terpisah membentuk radikal bebas (X∙).
CH3OH(l) + Cl2(g) → CH2ClOH(l) + HCl(g) (dengan bantuan cahaya)
2. Reaksi Eliminasi (eliminasi air dari alkohol atau disebut dehidrasi)
a. Alkohol dapat bereaksi membentuk alkena dengan bantuan katalis H2SO4 pekat berlebih.
C2H5OH(l) → C2H4(g) + H2O(g) (dengan H2SO4 pekat berlebih, 180oC)
b. Alkohol dapat bereaksi membentuk eter
1. Reaksi pembentukan eter dengan katalis logam
Alkohol dapat bereaksi dengan logam aktif, seperti Na dan K,menghasilkan garam alkoksida dan gas hidrogen.
Alkohol + Na → Garam + H2
2R – OH + 2Na → 2R – ONa + H2
Reaksi ini identik antara asam dengan logam aktif.
Asam + logam → Garam + H2
2HCl + 2Na → 2NaCl + H2
Sebagai contoh, natrium bereaksi secara cepat dengan etanol menghasilkan gas hidrogen
CH3CH2OH + 2Na → 2CH3CH2Ona + H2
Etanol natrium etoksida
2. Alkohol berlebih dapat bereaksi membentuk eter dengan bantuan katalis H2SO4 pekat
2C2H5OH(l) → C2H5OC2H5 + H2O(l) (dengan H2SO4 pekat, 130OC)
3. Reaksi Oksidasi
Alkohol bereaksi dengan oksidator seperti K2Cr2O7 , KMnO4, dan O2 dengan bantuan katalis.
a. Oksidasi etanol oleh O2
C2H5OH(l) + 3O2(g) → 2CO2(g) + 3H2O(l)
b. Alkohol primer, sekunder dan tersier memberikan reaksi berbeda terhadap oksidator seperti K2Cr2O7 , KMnO4, dan O2. Dengan bantuan katalis, atom O dari oksidator akan menyerang atom H yang terikata atom C yang mengandung gugus –OH (atom C karbinol).
Alkohol Primer mudah teroksidasi membentuk halida, yang akan teroksidasi dengan cepat membentuk asam karboksilat.
CH3 CH2 CH2 CH2OH → CH3 CH2 CH2 CHO → CH3 CH2 CH2 COOH
Butanol Butanal Asam butanoat
Alkohol sekunder mudah teroksidasi membentuk alkanon
Alkohol tersier tidak mudah teroksidasi karena tidak memiliki atom H yang terikat pada atom C karbinol.
c. Fermentasi alkohol
Fermentasi alkohol adalah reaksi perubahan gula menjadi alkohol dengan bantuan miikroorganisme atau enzim tertentu. Reaksi fermentasi secara umum dapat ditunjukan sebagai berikut.
C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2
Glukosa etanol
Minuman beralkohol pertama kali dibuat melalui fermentasi buah anggur. Hal tersebut dilakukan oleh negara – negara Eropa. Senyawa alkohol yang terdapat dalam minuman hasil fermentasi anggur terutama etanol. Bahan baku pembuatan etanol adalah glukosa. Ennzimuntuk mengubah glukosa menjadi etanol yaitu enzim zimase yang diproduksi oleh ragi. Glukosa dapaat diperoleh dari tetes tebu atau amilum. Tetes tebu adalah cairan gula tebu yang tidak berbentuk kristal. Tetes tebu banyak mengandung sukrosa. Sukrosa dapat dihidrolisis menghasilkan glukosa (C6H12O6). Amilum adalah polimer dari glukosa. Amilum banyak terdapat pada akar, biji, dan umbi tumbuhan. Misalnya ubi jalar, kentang dan singkong. Tanaman jagung juga mengandung amilum.
", "url" : "https://www.utakatikotak.com/tag/gugus-fungsi-alkohol", "publisher" : { "@type" : "Organization", "name" : "utakatikotak.com" } }