5. Kanigaran Kanigaran merupakan pakaian adat Jawa Tengah yang dulu sering digunakan para raja. Penampilannya menunjukkan keagungan dan kekuasaan. Saat ini, pakaian Kanigaran sering digunakan untuk acara pernikahan. Untuk pria, berupa beskap berkerah yang terbuat dari beludru halus dan dihiasi sulaman-sulaman emas di bagian depan dan kedua ujung lengan. Agar tampak mewah dan elegan ditambahkan kesan mengkilap. Sementara, untuk perempuan juga mengenakan warna yang senada dengan pasangannya namun tanpa kerah. Bagian bawah kanigaran adalah Dodoran atau Kampuh yang berbeda dengan kain jarik biasa. Dibandingkan dengan jarik biasa, dodotan relatif lebih berwarna. Pemakaian Dodot tidak cukup hanya dililitkan di pinggang, namun juga disampirkan di tangan. Ciri khas dari baju adat Kanigaran adalah penggunaan dari songkok yang memanjang ke atas. Dimana atasan dari baju adat ini terbuat dari bahan kain beludru yang mempunyai warna gelap dengan berbagai macam efek mengkilap, sehingga akan menambahkan kesan lebih elegan. Sedangkan pada bagian bawahnya biasanya akan menggunakan dodotan atau kampuh. Dodotan biasanya digunakan bukan hanya dililitkan pada pinggang saja, melainkan juga akan disampirkan ke bagian tangan. Pada bagian belakangnya ekor kain akan disisakan dan disampirkan pada lengan.
6. Kebaya Kebaya Jawa Tengah memiliki keunikan dengan tampilan klasik dengan kesan misterius dan sering dipakai mempelai perempuan dalam acara pernikahan. Keberadaannya tampak mewah dan muncul aura ratu. Bahan yang dipilih merupakan bahan beludru atau kain sutera. Sedangkan untuk kegiatan sehari-hari, yang digunakan adalah kain katun atau nilon tipis agak transparan yang dihiasi dengan sulaman atau bordiran.
Perempuan Jawa Tengah menggunakan kemben sebagai dalaman untuk memastikan bagian dada tertutup dengan aman. Keelokan kebaya diselaraskan dengan bentuk tubuh wanita yang sedap di mata, sehingga perlu stagen untuk mengencangkan bagian perut dan pinggang. Agar stagen tidak terlihat dari luar, diperlukan tapih tanjung. Sementara pada bagian bawahnya, para perempuan Jawa Tengah akan menggunakan kain jarik panjang. Agar semakin terlihat anggun namun tegas, rambut perempuan ditata berbentuk konde dengan hiasan bunga melati di atasnya. Agar semua kecantikan semakin sempurna, ditambah perhiasan, seperti subang, kalung, cincin, gelang, dan terkadang membawa aksesoris satu lagi, yaitu kipas. Kebaya merupakan pakaian adat Jawa Tengah yang dulu hanya digunakan untuk para kaum bangsawan atau keluarga penting dalam acara-acara khusus. Namun seiring perkembangan zaman, kebaya bisa digunakan dalam kegiatan sehari-hari.
7. Kain Batik Batik telah dibuat sejak ratusan tahun yang lalu, dan tercatat pertama kali diperdagangkan pada tahun 1586 di Surakarta. Yang menjadikan batik semakin mahal adalah metode tulis dalam pembuatan yang menggunakan tangan secara manual. Oleh karena itu, seseorang yang tulisan tangannya bagus dan lama dikatakan sedang membatik. Terdapat beragam motif kain batik Jawa Tengah, seperti Batik Sido Wirasat, Batik Cakar Ayam, Batik Grageh Wuluh, Batik Parang Kusumo, Batik Kawung Picis. Demikian tadi ulasan pakaian adat Jawa Tengah. Dalam momentum tertentu, pakaian itu masih dapat dijumpai dan terus dilestarikan.