<p style='text-align: justify;'><span style='font-family:Arial,Helvetica,sans-serif'><span style='font-size:14px'><span style='color:#000000'>Dalam dunia kimia terdapat tiga macam jenis zat yaitu unsur, senyawa, dan campuran. Kali ini kita akan membahas mengenai pengertian unsur secara kimia lebih dalam. Jangan lupa untuk menyimak baik-baik ya ulasan berikut ini.</span></span></span></p> <h2 style='text-align: justify;'><span style='font-family:Arial,Helvetica,sans-serif'><span style='font-size:14px'><span style='color:#000000'><span class='marker'><strong>Pengertian Unsur Secara Kimia</strong></span></span></span></span></h2> <p style='text-align: justify;'><span style='font-family:Arial,Helvetica,sans-serif'><span style='font-size:14px'><span style='color:#000000'><img alt='Pengertian Unsur Secara Kimia' src='https://i1.wp.com/www.belajarmipa.com/wp-content/uploads/2019/01/pengertian-unsur-secara-kimia-gambar-1.png?resize=300%2C186&ssl=1' /></span></span></span></p> <p style='text-align: justify;'><span style='font-family:Arial,Helvetica,sans-serif'><span style='font-size:14px'><span style='color:#000000'>Zat tunggal dibagi menjadi dua macam yaitu unsur dan senyawa. Zat tunggal tersebut bersifat homogen atau kontinyu. Unsur sendiri adalah zat kimia tunggal yang tidak bisa di uraikan menjadi zat-zat lain. Unsur juga dibedakan menjadi dua bagian yaitu unsur logam dan unsur non logam. Dilihat dari nama ilmiahnya, unsur logam dan non logam dapat dilihat dari nama terakhir dari unsur itu sendiri.</span></span></span></p> <p style='text-align: justify;'><span style='font-family:Arial,Helvetica,sans-serif'><span style='font-size:14px'><span style='color:#000000'>Unsur logam dan non logam memiliki sifat yang berbeda. Unsur logam memiliki sifat-sifat sebagai berikut…</span></span></span></p> <ul> <li style='text-align: justify;'><span style='font-family:Arial,Helvetica,sans-serif'><span style='font-size:14px'><span style='color:#000000'>Mengkilap jika di gosok</span></span></span></li> <li style='text-align: justify;'><span style='font-family:Arial,Helvetica,sans-serif'><span style='font-size:14px'><span style='color:#000000'>Merupakan konduktor</span></span></span></li> <li style='text-align: justify;'><span style='font-family:Arial,Helvetica,sans-serif'><span style='font-size:14px'><span style='color:#000000'>Menghantarkan panas</span></span></span></li> <li style='text-align: justify;'><span style='font-family:Arial,Helvetica,sans-serif'><span style='font-size:14px'><span style='color:#000000'>Merupakan zat padat pada suhu 25oC</span></span></span></li> <li style='text-align: justify;'><span style='font-family:Arial,Helvetica,sans-serif'><span style='font-size:14px'><span style='color:#000000'>Dapat meregang</span></span></span></li> <li style='text-align: justify;'><span style='font-family:Arial,Helvetica,sans-serif'><span style='font-size:14px'><span style='color:#000000'>Bersifat malleable</span></span></span></li> </ul> <p style='text-align: justify;'><span style='font-family:Arial,Helvetica,sans-serif'><span style='font-size:14px'><span style='color:#000000'>Berbeda dengan unsur logam, unsur non logam memiliki sifat-sifat sebagai berikut ini:</span></span></span></p> <ul> <li style='text-align: justify;'><span style='font-family:Arial,Helvetica,sans-serif'><span style='font-size:14px'><span style='color:#000000'>Merupakan zat padat, zat cair, dan zat gas pada suhu 25oC</span></span></span></li> <li style='text-align: justify;'><span style='font-family:Arial,Helvetica,sans-serif'><span style='font-size:14px'><span style='color:#000000'>Unsur non logam yang merupakan zat padat biasanya akan rapuh</span></span></span></li> <li style='text-align: justify;'><span style='font-family:Arial,Helvetica,sans-serif'><span style='font-size:14px'><span style='color:#000000'>Bukan merupakan konduktor</span></span></span></li> <li style='text-align: justify;'><span style='font-family:Arial,Helvetica,sans-serif'><span style='font-size:14px'><span style='color:#000000'>Tidak menghantarkan panas</span></span></span></li> <li style='text-align: justify;'><span style='font-family:Arial,Helvetica,sans-serif'><span style='font-size:14px'><span style='color:#000000'>Tidak mengkilap meskipun digosok berkali-kali</span></span></span></li> </ul> <h2 style='text-align: justify;'><span style='font-family:Arial,Helvetica,sans-serif'><span style='font-size:14px'><span style='color:#000000'><span class='marker'><strong>Bentuk Unsur Kimia</strong></span></span></span></span></h2> <p style='text-align: justify;'><span style='font-family:Arial,Helvetica,sans-serif'><span style='font-size:14px'><span style='color:#000000'><img alt='pengertian unsur secara kimia, bentuk unsur kimia, lambang unsur kimia' src='https://i0.wp.com/www.belajarmipa.com/wp-content/uploads/2019/01/pengertian-unsur-secara-kimia-gambar-2.png?resize=300%2C230&ssl=1' /></span></span></span></p> <p style='text-align: justify;'><span style='font-family:Arial,Helvetica,sans-serif'><span style='font-size:14px'><span style='color:#000000'>Unsur pada dasarnya terbuat dari atom namun memiliki bentuk yang berbeda. Bentuk pada unsur dapat dipengaruhi oleh suhu yang dikenakan yaitu berada pada suhu panas, cair, ataupun gas. Kebanyakan ilmuwan menyebut bentuk unsur kimia tersebut dengan sebutan alotrop. Contoh dari bentuk unsur kimia bisa kamu temukan dalam karbon.</span></span></span></p> <p style='text-align: justify;'><span style='font-family:Arial,Helvetica,sans-serif'><span style='font-size:14px'><span style='color:#000000'>Dalam tabel periodik terdapat nama-nama unsur yang telah dibagi menjadi dua golongan yaitu logam dan non logam. Saat ini, ada 118 jenis unsur yang terkenal. Dari seluruh jenis unsur tersebut terdapat 94 unsur alami yang berasal dari bumi.</span></span></span></p> <h2 style='text-align: justify;'><span style='font-family:Arial,Helvetica,sans-serif'><span style='font-size:14px'><span style='color:#000000'><span class='marker'><strong>Golongan Yang Termasuk Dalam Unsur</strong></span></span></span></span></h2> <p style='text-align: justify;'><span style='font-family:Arial,Helvetica,sans-serif'><span style='font-size:14px'><span style='color:#000000'>Pengertian unsur secara kimia telah di bahas sebelumnya. Nah, kini kita akan membahas mengenai golongan yang termasuk dalam unsur. Berikut adalah pengertiannya…</span></span></span></p> <h3 style='text-align: justify;'><span style='font-family:Arial,Helvetica,sans-serif'><span style='font-size:14px'><span style='color:#000000'><strong>Golongan Logam Alkali (IA)</strong></span></span></span></h3> <p style='text-align: justify;'><span style='font-family:Arial,Helvetica,sans-serif'><span style='font-size:14px'><span style='color:#000000'>Ciri dari logam alkali adalah bentuknya lunak dan dapat dipotong dengan mudah. Logam ini masuk ke dalam kategori logam yang paling reaktif dan dapat terbakar di udara. Tidak hanya itu, logam ini dapat bereaksi dengan hebat di dalam air.</span></span></span></p> <h3 style='text-align: justify;'><span style='font-family:Arial,Helvetica,sans-serif'><span style='font-size:14px'><span style='color:#000000'><strong>Golongan Logam Alkali Tanah (IIA)</strong></span></span></span></h3> <p style='text-align: justify;'><span style='font-family:Arial,Helvetica,sans-serif'><span style='font-size:14px'><span style='color:#000000'>Dalam tabel periodik, golongan IIA termasuk ke dalam logam alkali tanah dan tergolong logam aktif. Logam ini hanya bisa terbakar jika di udara. Salah satu unsur logam yaitu Magnesium dan Stronsium biasa digunakan sebagai bahan kembang api. Kedua unsur tersebut memberikan efek warna terang terhadap kembang api.</span></span></span></p> <h3 style='text-align: justify;'><span style='font-family:Arial,Helvetica,sans-serif'><span style='font-size:14px'><span style='color:#000000'><strong>Golongan Halogen (VIIA)</strong></span></span></span></h3> <p style='text-align: justify;'><span style='font-family:Arial,Helvetica,sans-serif'><span style='font-size:14px'><span style='color:#000000'>Selanjutnya mengenai unsur golongan VIIA yaitu halogen. Halogen merupakan unsur kimia non logam yang sangat reaktif. Hal ini disebabkan karena elektron valensinya yang berjumlah 7. Halogen membentuk sebuah senyawa yang biasa disebut garam. Tingkat reaktif dari masing-masing unsur juga berbeda dan berkurang setiap tingkatnya.</span></span></span></p> <h3 style='text-align: justify;'><span style='font-family:Arial,Helvetica,sans-serif'><span style='font-size:14px'><span style='color:#000000'><strong>Golongan Gas Mulia (VIIIA)</strong></span></span></span></h3> <p style='text-align: justify;'><span style='font-family:Arial,Helvetica,sans-serif'><span style='font-size:14px'><span style='color:#000000'>Golongan VIIIA termasuk ke dalam gas mulia karena seluruh merupakan gas stabil yang sulit untuk bereaksi dengan unsur lain. Unsur ini bisa ditemui di alam bebas sebagai gas monoatomic. Keistimewaan dari unsur ini adalah memiliki titik leleh dan titik didih yang sangat rendah yaitu mendekati 0oKelvin.</span></span></span></p> <h3 style='text-align: justify;'><span style='font-family:Arial,Helvetica,sans-serif'><span style='font-size:14px'><span style='color:#000000'><strong>Golongan Unsur Transisi (Golongan B)</strong></span></span></span></h3> <p style='text-align: justify;'><span style='font-family:Arial,Helvetica,sans-serif'><span style='font-size:14px'><span style='color:#000000'>Golongan terakhir yaitu golongan unsur transisi, yaitu golongan yang terdapat di bagian tengah sistem periodik unsur atau biasa disebut golongan B. Semua unsur dalam golongan ini termasuk ke dalam jenis logam.</span></span></span></p> <p style='text-align: justify;'><span style='font-family:Arial,Helvetica,sans-serif'><span style='font-size:14px'><span style='color:#000000'>Nah, itu tadi adalah pengertian unsur secara kimia beserta golongan yang termasuk di dalamnya. Semoga ulasan di atas bisa bermanfaat bagi seluruh sobat sekalian.</span></span></span></p>