Kalau sistem pengarsipan dijalani di koleksi masing-masing kolektor, maka akan bisa digabungkan jadi katalog. Namun, niatan baik tak selalu disambut dengan baik pula.
"Tapi memang namanya watak kepelitan yang perlu dibongkar ya, supaya menyerahkan datanya untuk katalog raksasa Indonesia. Apa pun tercatat. Tidak sekadar judul atau pengarang tapi di-scan, itu susah sekali," lanjutnya.
"Arsip memang super mahal, kolektor juga hati-hati menjaga koleksinya. Dulu waktu Frankfurt Book Fair 2015, komik tadinya ikutan mau kurasi dan bikin katalog, tapi ya berbuat baik susah sekali. Mudah-mudahan para kolektor tertular semangatnya, menyumbangkan data saja sudah bersyukur," tukasnya.