2NO(g) + 2H2(g) → N2(g) + 2H2O(g)
Reaksi nitrogen oksida dengan hydrogen pada 1280oC ialah:
2NOg) + 2H2(g) → N2(g) + 2H2O(g)
Dari data yang dikumpulkan pada suhu tersebut, tentukan hukum laju dan hitunglah konstantanya!
Penyelesaian:
Kita anggap bahwa hukum laju memiliki bentuk (karena laju reaksi dipengaruhi oleh pereaksi / reaktan)
Laju = k [NO]x [H2]y
Percobaan 1 dan 2 menunjukan bahwa, bilakita lipatduakan konsentrasi NO pada konsentrasi H2 yang tetap , lajunya menjadi empat kali lipat. Jadi, reaksinya adalah orde kedua terhadap NO. Atau secara matematisnya:
Percobaan 2 dan 3 menyatakan bahwa melipatgandakan [H2] pada [NO] yang tetap akan melipatgandakan laju; maka reaksinya adalah orde pertama dalam H2. Atau secara matematisnya:
Maka hukum lajunya adalah
Laju = k [NO]2 [H2]
Yang menunjukan bahwa orde keseluruhan adalah (1+2) atau orde ketiga. Konstanta laju k dapat dihitung menggunakan data dari salah satu (yang mana saja) percobaan. Ok deh coba kita masukkan ke percobaan 2 ya.
V2 = k2
5 x 10-5 = k (10 x 10-3) (2 x 10-3)
k = 2,5 x 102 /M2.detik
Contoh soal metode laju awal di atas menggungkapkan hal penting mengenai hukum laju: Tidak ada hubungan antara pangkat x dengan koefisien stoikiometri dari persamaan kimia yang sudah setara. Kita lihat bahwa koefisien stoikiometri untuk H2 adalah 2 tetapi orde reaksi terhadap H2 adalah orde pertama.Coin perhatikan penguraian termal N2O5:
2N2O5(g) → 4NO2(g) + O2(g)
Hukum lajunya adalah
Laju = k [N2O5]
Dan bukan laju = k[N2O5]2, sebagaimana kita duga dari persamaan reaksi yang setara. Umumnya, orde reaksi harus ditentukan lewat percobaan dan tidak dapat ditentukan dari persamaan reaksi setara keseluruhannya.
Demikian pembahasan mengenai hukum laju awal. Semoga bermanfaat…..
", "url" : "https://www.utakatikotak.com/tag/Contoh-soal-metode-laju-awal", "publisher" : { "@type" : "Organization", "name" : "utakatikotak.com" } }