<p style='text-align: justify;'><span style='color:#000000'>Saat memakan buah apel, umumnya kita membuang bagian kulit, terutama bijinya. Namun lain kali, sebaiknya jangan buang biji apel ketika Anda hendak mengonsumsinya. Kenapa? Sebab, <strong>manfaat biji apel</strong> sangat luar biasa. Ada banyak nutrisi yang terkandung di dalamnya.</span></p> <p style='text-align: justify;'><a href='https://www.pertanianku.com/wp-content/uploads/2019/08/Jangan-Dibuang-Ini-Dia-Manfaat-Biji-Apel-Jika-Dikonsumsi.jpg'><span style='color:#000000'><img alt='manfaat biji apel' src='https://www.pertanianku.com/wp-content/uploads/2019/08/Jangan-Dibuang-Ini-Dia-Manfaat-Biji-Apel-Jika-Dikonsumsi.jpg' style='height:267px; width:400px' /></span></a></p> <p style='text-align: justify;'><span style='color:#000000'>Foto: Pixabay</span></p> <p style='text-align: justify;'><span style='color:#000000'>Penelitian terbaru menunjukkan bahwa biji apel mengandung serat, flavonoid, dan bakteri sehat yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Khasiat yang lebih banyak, ditemukan pada apel organik.</span></p> <p style='text-align: justify;'><span style='color:#000000'>Studi yang dipublikasikan di <em>Frontiers in Microbiology</em> ini membandingkan apel biasa dengan apel organik yang berukuran sama. Peneliti lalu menganalisis bakteri yang ditemukan di batang, kulit, daging, biji, dan kelopak buah apel.</span></p> <p style='text-align: justify;'><span style='color:#000000'>Secara umum, peneliti menemukan apel organik dan konvensional merupakan tempat berkembangnya bakteri yang sebagian besar merupakan bakteri baik. Jumlah bakteri pada apel organik dan konvensional hampir sama. Mayoritas bakteri atau lebih 100 juta bakteri justru bersembunyi di dalam biji yang banyak terbuang.</span></p> <p style='text-align: justify;'><span style='color:#000000'><strong>Baca Juga : </strong></span><strong><a href='https://www.utakatikotak.com/kongkow/detail/15194/Buah-Apel-Lebih-Sehat-Bila-Dimakan-Beserta-Inti-dan-Bijinya' target='_blank'>Buah Apel Lebih Sehat Bila Dimakan Beserta Inti dan Bijinya</a></strong></p> <p style='text-align: justify;'><span style='color:#000000'>Meski berjumlah sama, peneliti menemukan bakteri dalam apel organik 40 persen lebih beragam dibandingkan bakteri dalam apel konvensional. Keragaman bakteri ini baik untuk kesehatan usus.</span></p> <p style='text-align: justify;'><span style='color:#000000'>Selain itu, pada apel konvensional ditemukan pula bakteri parasit atau patogen dari keluarga <em>Escherichia-Shigella</em> yang menjadi dalang diare dan penyakit usus. Bakteri ini tidak ditemukan pada apel organik. Pada apel organik justru ditemukan bakteri probiotik yang menyehatkan seperti <em>Lactobacilli</em>.</span></p> <p style='text-align: justify;'><span style='color:#000000'>Di apel organik juga ditemukan <em>Methylobacterium</em> yang memberikan rasa pada kulit dan daging lebih banyak dibandingkan pada apel konvensional. Bakteri ini meningkatkan rasa buah lebih alami dibandingkan dengan varietas yang ditanam secara konvensional.</span></p> <p style='text-align: justify;'><span style='color:#000000'>Peneliti menyarankan agar pembeli memilih mengonsumsi apel organik, ketimbang apel konvensional. “Perbedaan antara apel organik dan konvensional tentu saja dapat dikaitkan dengan berbagai faktor dalam kondisi pertanian dan penyimpanan,” simpulan dari penelitian tersebut</span></p>