Ada 700 halaman catatan harian yang ditulis. Bukan soal keasyikan masa remaja, namun catatan sepele pertengkaran bersama kakak peempuan Ariana juga ciuman pertamanya. Termasuk teror pendudukan Jerman dan Holocaust saat ia masih hidup.
Dia menghabiskan hari-hari terakhirnya dengan bersembunyi di loteng bersama orang tua Zygmunt dan menulis buku sampai tanggal 28 Juli. Dua hari kemudian, ia ditemukan tentara Jerman dan ditembak mati di jalan.
Kabarnya buku harian itu dikirimkan cinta pertama Renia kepada ibu dan saudara perempuan Renia di New York pada 1950 silam. Selama 70 tahun, keluarga tersebut tidak ingin membacanya karena kisahnya begitu pedih. Kini bukunya dirilis untuk pertama kali dan mendapat perhatian dunia.