Sawi merupakan salah satu jenis sayuran populer yang banyak digemari. Selain kandungan gizinya yang kaya manfaat, sawi juga cenderung mudah dibudi dayakan. Bahkan kamu pun bisa menanam sawi sendiri di rumah. Cara menanam sawi hijau di rumah jauh lebih mudah daripada cara menanam sawi di sawah karena tak perlu mengolah lahannya terlebih dulu. Kunci keberhasilannya ada pada pemilihan bibit.
Memilih bibit untuk budi daya sawi sebenarnya gampang-gampang susah. Meski kamu bisa mendapatkannya dari tukang penjual bibit, mencari bibit yang sekiranya bisa tumbuh subur dan berhasil butuh ketelitian. Tapi dibanding metode lain, cara menanam sawi dari biji cenderung lebih mudah, jadi mau nggak mau kamu mesti benar-benar memperhatikan proses pemilihan bibitnya. Kamu juga bisa kok menjajal cara menanam sawi daging yang nggak kalah mudahnya. Berikut cara menanam sawi di rumah yang bisa dipraktikkan bahkan untuk kamu yang masih pemula.
Bagi masyarakat Indonesia, ada lima jenis sawi yang populer untuk dibudi dayakan serta dikonsumsi. Berikut beberapa jenisnya.
1. Sawi hijau atau caisim
sawi hijau | credit: Healthline
Sawi caisim memiliki daun berwarna hijau terang dengan batang hijau yang sedikit keputihan. Rasa sawi caisim cenderung lebih pahit di antara jenis sawi lainnya. Selain kerap digunakan untuk campuran mi ayam, sawi hijau juga sering diasinkan. Jika sudah tua, sawi hijau akan mengeluarkan bunga berwarna kuning, tapi tak bisa dikonsumsi.
2. Sawi putih atau petsai
sawi putih | credit: Wikipedia via id.m.wikipedia.org
Berbeda dengan sawi lainnya, sawi putih memiliki warna daun gradasi hijau putih yang lebih terang. Tekstur daunnya pun lebih bergelombang. Biasanya, sawi putih dibuat jadi olahan tumis atau campuran capcai.
3. Sawi sendok atau pakcoy
sawi sendok | credit: Wikipedia via id.m.wikipedia.org
Bentuk pakcoy hampir mirip dengan sawi caisim, tapi bonggolnya lebih gemuk dan batangnya lebih pendek. Ada dua jenis pakcoy yang bisa dipakai untuk masakan, yakni pakcoy biasa dan baby pokcoy yang lebih kecil daunnya.
4. Sawi pagoda
sawi pagoda | credit: JY Tani via www.tokopedia.com
Sawi pagoda cenderung memiliki daun keriting yang rimbun dan berwarna hijau terang. Sawi ini sering disebut super green karena kaya vitamin dan memiliki banyak manfaat bagi tubuh.
Sebenarnya masih ada jenis sawi lainnya, seperti sawi huma dan kailan. Namun, dua jenis sawi ini jarang diolah oleh masyarakat Indonesia. Tapi bukan berarti nggak bisa dibudi daya. Terkadang ada yang cara menanam sawi organik dengan bibit kailan juga kok~
bibit sawi | credit: WordRidden via www.flickr.com
Karena perannya yang cukup besar, memilih bibit atau biji sawi nggak bisa sembarangan. Pilihlah biji sawi dengan ciri-ciri sebagai berikut:
Untuk mengcek kualitas bibit, coba rendam dalam air dulu. Jika saat direndam bibit nggak tenggelam, berarti bibit tersebut tak bisa digunakan atau kualitasnya jelek. Pilihlah bibit yang tenggelam saat direndam dalam air supaya cara menanam sawi caisim ataupun sawi lainnya nanti nggak sia-sia dan bisa tumbuh subur.
Tak cuma dipakai sebagai cara menanam sawi pakcoy saja, beberapa metode ini juga dapat diterapkan untuk menanam jenis sawi lainnya, misalnya sawi caisim atau sawi putih. Nah, biar nggak busuk dan metode tanammu berhasil, cara menanam sawi di rumah berikut bisa dipraktikkan.
1. Cara menanam sawi di polybag
pakai polybag | credit: Fahrul Fahrul via www.youtube.com
Bibit yang sudah dipilih harus disemai dulu dengan menggunakan campuran tanah humus dan sub soil yang sudah ditempatkan pada polybag berdiameter 15 cm. Umumnya, proses semai akan memakan waktu sekitar 3 sampai 4 minggu atau hingga sawi tumbuh tunas. Supaya penyemaian berhasil, biji sawi harus disiram secara rutin tiap pagi dan sore hari. Nah, kalau sudah selesai proses penyemaiannya, berikut langkah menanamnya:
Berbeda dengan cara menanam sawi di polybag, cara menanam sawi di pot lebih simpel karena tak perlu dilakukan penyemaian. Benih sawi unggul bisa langsung ditabur saja di pot yang sudah dicampur dengan tanah humus dan pupuk organik dengan perbandingan 1:3. Meski awal proses penanamannya berbeda, perawatan dan masa panennya hampir sama kok.
3. Cara menanam sawi dengan hidroponik
sawi hidroponik | credit: Hydro Works via twitter.com
Menggunakan media hidroponik, kamu mesti menyiapkan alat dan bahan lebih banyak seperti larutan nutrisi, abu sekam, sumbu, hingga botol bekas. Namun sama dengan metode lain, cara tanam sawi hidroponik pun mesti melalui proses penyemaian dulu.
3. Cara menanam sawi di kebun rumah
sawi di kebun | credit: caratanam via caratanam.com
Sawi bisa ditanam di lahan terbuka dan sinar matahari penuh jika dibudi daya di daerah dingin, jika di daerah panas, sawi dapat ditanam di lahan terbuka yang nggak kena sinar matahari langsung. Sama halnya dengan metode tanam di pot, kalau ditanam di kebun langsung, sawi tak perlu disemai dulu. Langsung taburkan saja benihnya, siram, tunggu sampai bertunas dan daunnya lebat. Namun, pastikan tanah terus lembap supaya sawi yang ditanam nggak mati atau kering.
Kalau nggak punya lahan, sawi bisa ditanam dengan pot atau polybag saja. Toh waktu panennya sama saja kok dengan tanam sawi di kebun, malah kalau mau lebih cepat, metode hidroponik juaranya. Jadi bagaimana, kamu tertarik mencoba metode tanam sawi yang mana nih?